Buku ini cocok banget buat jadi bacaan ringan di sore hari sambil nyeruput kopi sambil ngemil gorengan. Eh jangan gorengan deh, nanti minyaknya kemana-mana trus nempel di buku :(
Btw buku ini ditulis oleh si surayah alias Pidi Baiq sebagai lanjutan dari dua buku laris sebelumnya yaitu seri Dilan. Tapi kayaknya biar gak bosen, jadi plot di buku Milea ini agak rada di-twist sama si surayah. Cukup menarik kalau kamu ngikutin dua buku Dilan sebelumnya, karena kalau enggak maka ceritanya gak akan nyambung dan kamu gak bakalan ngerti semua jalan ceritanya. Jadi kalau mau baca buku ini, beli dulu gih dua buku Dilan sebelumnya ^^ (promosiin bukunya si surayah, emang si surayah paling pinter deh bikin buku buat jualannya dan kayanya sengaja dibikin ceritanya bolak-balik dua versi biar bukunya manjang :))
Have you read Haruki Murakami’s book? What’s your favorite? What? You found it strange? The story? Haha well, you have read one of his book and you found it strange then I welcome you to the surreal world of Haruki Murakami. ^^
Labels: Book, English, Fiction, Haruki Murakami, Review, The Strange Library
Ed Kennedy is an underage cabdriver without much of a future. He's pathetic at playing cards, hopelessly in love with his best friend, Audrey, and utterly devoted to his coffee-drinking dog, The Doorman. His life is one of peaceful routine and incompetence until he inadvertently stops a bank robbery.
That's when the first ace arrives in the mail.
That's when Ed becomes the messenger.
Chosen to care, he makes his way through town helping and hurting (when necessary) until only one question remains: Who's behind Ed's mission.
Labels: Book, English, Fiction, I Am The Messenger, Markus Zusak, Review
![]() |
| Haruki Murakami - After The Quake (Vintage International Edition) |
The Six stories in Haruki Murakami's mesmerizing collection are set at the time of the catastrophic 1995 Kobe earthquake, when Japan became brutally aware of the fragility of its daily existence. But the upheavals that afflict Murakami's characters are even deeper and more mysterious, emanating from a place where the human meets the inhuman.
An electronics salesman who has been abruptly deserted by his wife agrees to deliver an enigmatic package - and is rewarded with a glimpse of his true nature. A man who has been raised to view himself as the son of God pursues a stranger who may or may not be his human father. A mild-mannered collection agent receives a visit from a giant talking frog who enlists his help in saving Tokyo from destruction. As haunting as dreams, as potent as oracles, the stories in after the quake are further proof that Murakami is one of the most visionary writers at work today.
Labels: Adult, After The Quake, Book, English, Fiction, Haruki Murakami, Review
| the front cover (vintage international edition) |
In this propulsive novel, one of the most idiosyncratically brilliant writers at work in any language fuses science fiction, the hard-boiled thriller, and white-hot satire into a new element of the library periodic table.
As he searches for a mysteriously vanished girlfriend, Haruki Murakami's protagonist plunges into a wind tunnel of sexual violence and metaphysical dread in which he collides with call girls; plays chaperon to a lovely teenage psychic; and receives cryptic instructions from a shabby but oracular Sheep Man.
Dance Dance Dance is a tense, poignant, and often hilarious ride through the cultural Cuisinart that is contemporary Japan, a place where everything that is not up for sale is up for grabs.
Labels: Adult, Book, Dance Dance Dance, English, Fiction, Haruki Murakami, Review
![]() |
| Front Cover |
![]() |
| Back Cover |
Di pinggir Kota Bogor, dekat sebuah kampung bernama Batu Luhur, seorang anak bernama Zarah, dan adiknya, Hara, dibesarkan secara tidak konvensional oleh ayahnya, dosen sekaligus ahli mikologi bernama Firas. Cara Firas mendidik anak-anaknya mengundang pertentangan dari keluarganya sendiri.
Di balik itu semua, masih tersimpan berlapis misteri. Antara lain, hubungan khusus Firas dan sebuah tempat angker yang ditakuti warga kampung. Tragedi demi tragedi yang menimpa keluarganya akhirnya membawa Zarah ke sebuah pelarian sekaligus pencarian panjang.
Di konservasi orangutan Tanjung Puting, Zarah menemukan keluarga baru dan kedekatannya kembali dengan alam. Namun, bakat fotografinya membawa Zarah lebih jauh dari yang ia duga. Di London, tempat Zarah akhirnya bermarkas, ia menemukan segalanya. Cinta, persahabatan, pengkhianatan. Termasuk petunjuk penting yang membawa titik terang bagi pencariannya.
Sementara itu, di Kota Bandung, Elektra dan Bodhi akhirnya bertemu. Secara bersamaan, keduanya mulai mengingat siapa diri mereka sesungguhnya.
Labels: Book, Dee, Dewi Lestari, Fiction, Indonesian, Partikel, Review, Supernova
Akhirnya bisa komplit juga koleksi Supernova karya Dee ^^ tinggal tunggu dua seri berikutnya: #5 Gelombang, dan #6 Inteligensi Embun Pagi maka sempurnalah koleksi ini.
#3 Petir:
Dua tahun setelah roman mereka rampung, Dimas dan Reuben mengalami stagnasi. Hingga suatu hari mereka mendapat surat elektronik dari seseorang bernama Gio. Kata "Supernova" yang disebut Gio dalam surat itu menjadi tanda tanya baru sekaligus awal pengetahuan Dimas dan Reuben tentang jaringan yang selama ini melibatkan mereka tanpa disadari.
Sementara itu, di Kota Bandung, seorang gadis sebatang kara bernama Elektra berusaha menyambung hidup. Berawal dari perkenalannya dengan seorang yogini bernama Ibu Sati dan seorang Entrepreneur muda urakan bernama Toni alias Mpret, hidup Elektra mulai terakselerasi. Dari anak kuper yang tidak punya motivasi, Elektra bertransformasi menjadi seorang pengusaha, dan akhirnya seorang penyembuh.
Setelah nyaman dalam lingkungannya yang baru, hidup Elektra kembali siap diguncang ketika Bong memintanya untuk menolong seseorang yang tak ia kenal bernama Bodhi.
Labels: Book, Dee, Dewi Lestari, Fiction, Indonesian, Petir, Review, Supernova
Dan Brown has captured my attention since I read "The Da Vinci Code" so I put my expectation high for this new story of Prof. Robert Langdon and in the end it's never disappointing me.
Before I start to review this book, please remind me not to spoil the whole story here~ :p *fingers crossed*
This book recommended by my boyfriend :)
Buku sekaligus film The Da Vinci Code pernah booming dimasanya, dan gue sama sekali belum pernah baca ataupun nonton filmnya. Oke sebut gue kuper atau kudet (kurang update) karena baru sekarang baca bukunya dan bahkan filmnya pun belum pernah nonton. ^^
I've never thought that I could fallen in love with Robert Langdon and Dan Brown before, tapi sejak baca buku The Da Vinci Code ini I just found that Dan Brown is a brilliant writer dan sampai sekarang gue masih percaya kalau Prof. Robert Langdon adalah tokoh nyata senyata Harry Potter di tubuh Daniel Radcliff. Oke gue mulai ngawur.
Review ini akan cukup singkat, tidak akan membahas plot cerita The Da Vinci Code karena tinggal baca saja sinopsis bukunya dan bersiap-siap untuk terkaget-kaget dan terbingung-bingung dengan character-twisted ala Dan Brown yang akan mengubah ending cerita tidak seperti yang kita duga sebelumnya sewaktu membaca sinopsisnya. Just my opinion, baca dulu novelnya baru tonton filmnya ;)
Labels: Book, Dan Brown, Fiction, Indonesian, Review, The Da Vinci Code
Labels: Akar, Book, Dee, Dewi Lestari, Fiction, Indonesian, Review, Supernova
Labels: Book, Dee, Dewi Lestari, Fiction, Indonesian, Kesatria Putri & Bintang Jatuh, Review, Supernova
Di jilid pertama diperkenalkan tokoh utama sekaligus alur utama cerita, yaitu Tengo yang berprofesi sebagai pengajar matematika di tempat bimbel namun memiliki bakat sebagai seorang novelis dan Aomame seorang trainer spesialis otot tubuh namun juga berprofesi sebagai pembunuh bayaran dengan keahlian yang unik.
Di tahun 1984 ini Tengo yang memiliki kehidupan biasa-biasa saja, tiba-tiba kehidupan disekitarnya berubah sejak editornya memaksa Tengo untuk berkomplot menulis ulang novel karya seorang anak SMA bernama Fukada Eriko.
Semenjak menulis ulang novel tersebut, Tengo merasakan ada yang aneh dengan cerita dalam novel tersebut yang terkesan begitu nyata dan penuh imajinasi. Yang lebih aneh lagi adalah pengarang asli novel itu yaitu Fuka Eri yang mengidap disleksia dan memiliki kelakuan yang aneh.
Labels: 1Q84, Adult, Book, Fiction, Haruki Murakami, Indonesian, Review
Labels: Book, Fiction, Indonesian, Macaroon Love, Review, Winda Krisnadefa
I have finished reading Haruki Murakami "Blind Willow Sleeping Woman" three months ago, a compiled book of Haruki Murakami's short stories. I've got this book through some "googling" on my search of another Haruki Murakami's masterpiece. Labeled me obsessed.
Fortunately I've got this book easily and this is the English version, but unfortunately it's not a brand new book. This is a second handed book and was not in a good condition. Well, called it a 60% condition. The paper of it was being yellow already and so much scratch on the cover.
Labels: A Perfect Day for Kangaroos, Book, Download, English, Fiction, Haruki Murakami, Translated
"Tidak ada kalimat yang sempurna.Sama seperti tidak ada keputusasaan yang sempurna."Dalam kisah ini, tokoh Aku pejantan tangguh tapi terobsesi dengan seorang penulis Amerika yang mati bunuh diri. Kekasih Aku gadis manis dan bersahaja tapi tak ragu-ragu menggugurkan janin dalam kandungannya, yang entah siapa ayahnya. Sobat kental Aku, Nezumi, anak hartawan tapi muak dengan kekayaan dan menenggelamkan diri dalam alkohol. Mereka bertiga melewati delapan belas hari yang tak terlupakan pada suatu musim panas di sebuah kota kecil di tepi laut.
Dengarlah Nyanyian Angin bercerita tentang anak-anak muda dalam arus perbenturan nilai-nilai tradisional dan modern di Jepang tahun 1960-1970-an. Dengan ringan, Haruki Murakami berhasil menggambarkan sosok kaum muda Jepang yang antikemapanan dan tak memiliki bayangan ideal tentang masa depan. Novel pertama Murakami ini memenangi Gunzo Literary Award tahun 1979.
Labels: Book, Botchan, Fiction, Indonesian, Natsume Soseki, Review
Untunglah Dorothy berkenalan dengan Bayung yang sangat ingin memiliki otak, Penebang kaleng yang sangat merindukan memiliki hati lagi, dan Singa Pengecut yang sangat mengidam-idamkan keberanian. Dengan membawa keinginan masing-masing, mereka berempat bahu-membahu menjalani sebuah perjalanan ajaib menemui Oz, yang membuat mereka berseteru dengan penyihir jahat, bertempur dengan makhluk-makhluk ganjil, dan bersahabat dengan penyihir baik. Perjalanan itu sangat mendebarkan, membahayakan, melelahkan, mengguncang emosi, sekaligus juga mengeratkan persahabatan dan menyingkapkan jati diri mereka."
Labels: Book, Children Book, Fantasy, Fiction, Indonesian, L. Frank Baum, Review, The Wonderful Wizard of Oz
Labels: Book, English, F. Scott Fitzgerald, Fiction, Review, The Great Gatsby






































